Mengapa Pria Menyukai Lelucon-Lelucon Yang Kasar?


Tujuan utama humor bagi kaum pria adalah tiga lapis: pertama, demi mendapatkan status di kalangan para pria lainnya dengan memiliki perbendaharaan humor yang bagus; kedua, membantunya mengungkapkan emosi dalam menghadapi kejadian-kejadian atau konsekuensi-konsekuensi tragis; dan ketiga, untuk mengakui kenyataan tentang sebuah topik yang sedang jadi isu utama. Inilah mengapa sebabnya hampir semua lelucon memiliki kata-kata akhir yang lucu dan mengejutkan, yang biasanya berakhir dengan tragis. Tertawa berakar pada masa lalu purba kita di mana ia digunakan sebagai sebuah sinyal peringatan untuk memberitahu manusia manusia lain bahwa ada bahaya yang mendekat, sebagaimana digunakan di dalam keluarga kera.
Bila, misalnya, seekor simpanse berhasil lolos setelah nyaris diterkam singa, ia akan memanjat ke atas pohon, memalingkan kepalanya ke belakang dan mengeluarkan rangkaian teriakan HOOHOO-HOO-HAR-HAR-HAR yang mirip dengan suara tertawa manusia. Ini memperingatkan simpanse-simpanse lain akan adanya bahaya itu. Tertawa adalah kelanjutan dari menangis dan menangis adalah reaksi kaget dari rasa takut, yang tampak nyata pada bayibayi sejak lahir.

Bila Anda dengan sengaja menakut-nakuti seorang anak kecil dengan bermain cilup-ba, reaksi pertamanya adalah menangis ketakutan. Tatkala anak itu menyadari bahwa situasinya tidak mengancam  keselamatan jiwanya, dia akan tertawa. Pemindaian pada otak memperlihatkan bahwa kaum pria lebih banyak tertawa pada hal-hal yang merangsang otak kanan daripada otak kiri, namun bagi kaum wanita berlaku sebaliknya. Di Amerika, Universitas Rochester mengklaim telah menemukan dari mana asal selera atau kesadaran humor pria, ia terletak di lobus kanan depan dari otak di atas mata kanan.

Kaum pria senang pada humor atau lelucon apa saja yang memiliki pendekatan logis, langkah demi langkah dengan sebuah kesimpulan yang sulit ditebak. Berikut adalah beberapa lelucon yang relatif membosankan yang merangsang otak pria:
Apa perbedaan antara pelacur dan wanita jalang?
Pelacur akan tidur dengan siapa saja. Wanita jalang akan tidur dengan siapa saja kecuali sama kamu.
Apa perbedaan antara wanita yang sedang haid dengan teroris?
Dengan teroris kamu masih bisa bernegosiasi.
Mengapa pria memberi nama pada penisnya?
Karena mereka tidak mau sesuatu yang sama sekali asing membuat keputusan besar bagi mereka.
Sebuah perbedaan besar di antara kedua jenis kelamin adalah obsesi kaum pria dalam menceritakan lelucon-lelucon tentang tragedi, kejadiankejadian yang mengerikan dan alat kelamin pria. Organ-organ seks kaum wanita dapat membuat prestasi yang mengejutkan dalam reproduksi manusia, tersembunyi dengan aman dan bila diurai, panjangnya bisa sekitar 4 kilometer! Namun kaum wanita tak pernah membuat lelucon tentang itu, memberinya namanama kesayangan atau menjadikannya sebagai bahan tertawaan. Organ-organ seks kaum pria tergantung di depan dalam posisi yang rentan dan berbahaya dan menjadi bahan hiburan dan kegembiraan terusmenerus bagi kaum pria. Humor di kalangan wanita melibatkan orang-orang, hubungan dan kaum pria.
Contohnya:
Apa yang bisa kaukatakan kepada seorang pria yang baru melakukan hubungan seks?
Apa saja sesukamu, dia sudah ketiduran.
Apa definisi kekasih pria yang sempurna?
Dia bercinta hingga pukul 2.00 pagi setelah itu berubah menjadi coklat.
Mengapa pria tidak bisa pura-pura orgasme?
Karena tak ada pria yang mau dengan sengaja membuat mimik seperti itu.
Otak kaum pria memiliki kapasitas yang mengagumkan untuk mengingat dan menyimpan lelucon. Sebagian pria dapat menceritakan lelucon yang mereka dengar di kelas empat namun tidak tahu nama anak-anak para sahabat mereka. Para pria berpikir adalah sangat menyenangkan untuk menggoda dari atas sebuah mobil yang sedang bergerak ke arah sekelompok wanita yang lebih tua – terutama para biarawati – yang tak menduganya, memberi lem super atau pelekat di atas dudukan toilet, mengadakan lomba kentut atau merantai calon pengantin pria yang mabuk dan telanjang ke sebuah tiang lampu. Bagi sebagian besar wanita, tak satupun dari halini sama sekali lucu.
Lelucon begitu penting sebagai sarana komunikasi bagi kaum pria sehingga bilamana ada tragedi global, jaringan e-mail dan faks dunia dibanjiri oleh kaum pria yang mengirimkan lelucon-lelucon yang berkaitan dengan tragedi itu. Entah itu meninggalnya Putri Diana, Serangan 11 September, atau perburuan terhadap Osama bin Laden, otak pria segera beraksi.
Di sinilah terletak perbedaan antara pria dan wanita dalam menyikapi isuisu emosional yang serius. Kaum wanita menghadapi bencana atau tragedi dengan mengungkapkan emosi mereka secara terbuka kepada yang lainnya, namun kaum pria menahan emosi mereka. Kaum pria menceritakan lelucon sebagai cara mereka untuk “membicarakan” kejadian tersebut tanpa menunjukkan emosi yang kuat yang dapat dilihat sebagai suatu kelemahan.
Bagaimana Lelucon Dan Humor Menghilangkan Kepedihan
Tertawa dan menangis memerintahkan otak untuk melepaskan endorphin ke dalam aliran darah. Endorphin adalah bahan kimia yang komposisinya mirip dengan morfin dan heroin, dan memiliki efek penenangan pada tubuh sekaligus pada saat yang sama, membangun sistem kekebalan. Ini menjelaskan mengapa orang-orang yang bahagia jarang sakit sedangkan orang-orang yang bersedih dan yang sering mengeluh seringkali tampak jatuh sakit. Tertawa dan menangis memiliki kaitan yang erat dari sudut pandang psikologis dan fisiologis. Pikirkan saat terakhir kali seseorang menceritakan lelucon kepada Anda yang membuat Anda tertawa terpingkal-pingkal. Bagaimana perasaan Anda setelah itu?
Perasaan geli itu berasal dari otak Anda yang melepaskan endorphin ke dalam aliran darah Anda, yang memberikan rasa “melayang” secara alami. Efeknya, Anda pun “terhanyut.” Mereka yang memiliki kesulitan untuk tertawa dalam hidupnya seringkali berpaling menggunakan obat-obatan, alkohol, atau seks untuk mendapatkan perasaan yang sama. Alkohol melepaskan halangan dan membuat orang tertawa, melepaskan endorphin, yang mana mengapa sebagian besar orang yang biasanya mampu ”jaga image” dengan baik bisa tertawa lebih banyak tatkala mereka minum alkohol dan orang-orang yang tidak bahagia akan menjadi semakin sengsara atau bahkan bersikap kasar. Sehabis tertawa terpingkal-pingkal, seringkali Anda menangis. “Aku tertawa sampai menangis!” Air mata mengandung encephalin, yang merupakan zat penenang tubuh alami lainnya yang berfungsi melepaskan rasa sakit. Kita menangis sewaktu kita mengalami suatu peristiwa yang menyakitkan, dan endorphin serta encephalin membantu memberikan pembiusan sendiri.
Basis daripada kebanyakan lelucon adalah adanya sesuatu yang berbahaya atau menyakitkan pada seseorang. Namun karena kita tahu bahwa hal itu bukanlah suatu kejadian yang terjadi sesungguhnya, kita tertawa dan melepaskan endorphin untuk pembiusan sendiri. Bila hal itu memang kejadian nyata, kita pun segera menangis dan tubuh akan melepaskan encephalin. Inilah sebabnya mengapa menangis seringkali segera menyusul selepas tertawa terbahak-bahak dan mengapa, tatkala menghadapi krisis emosional yang serius seperti kematian, banyak orang menangis, namun seseorang yang tidak dapat menerima secara mental kematian itu bisa saja mulai tertawa. Tatkala dihantam oleh kenyataan, tawa
berubah menjadi tangis.
Tawa membius tubuh, membangun sistem kekebalan, melindungi dari sakit dan penyakit, membantu daya ingat, mengajar secara lebih efisien dan memperpanjang umur. Humor punya kemampuan menyembuhkan. Riset di seluruh dunia kini memperlihatkan bagaimana efek-efek positif tawa, dengan pelepasan penghilang rasa nyeri dari tubuh sendiri, memperkuat sistem kekebalan. Setelah tertawa, nadi berdenyut dengan lancar, napasmakin dalam, pembuluh arteri melebar, dan otot-otot pun rileks.  Beginilah cara kebiasaan pria dalam menghadapi kepedihan emosional. Semakin berat bagi seorang pria untuk membicarakan tentang peristiwa emosional, semakin keras tawanya tatkala menceritakan lelucon tentang itu, walaupun mungkin oleh kaum wanita dilihat sebagai suatu tindakan yang tidak berperasaan dan tidak sensitif. Kaum pria jarang menceritakan kehidupan seks mereka dengan para pria lainnya sehingga mereka pun menceritakan lelucon tentang hal itu sebagai cara untuk mendiskusikannya. Akan tetapi, para wanita akan mendiskusikan kehidupan seks mereka dengan teman-teman wanitanya dengan memberikan gambaran yang terperinci tanpa bantuan lelucon apa pun.
Jangan Merasa Sakit Hati
Selama masih ada pria Irlandia, akan ada lelucon Irlandia. Atau lelucon-lelucon Asia atau Australia atau feminis. Dan setiap kali ada tragedi, maka akan mencuatlah dengan sendirinya lelucon tentang itu.
Merasa sakit hati adalah sebuah pilihan. Orang lain tak dapat menyakiti Anda, Anda sendirilah yang memilih untuk sakit hati. Dan dengan memilih untuk merasa sakit hati itu berarti memberitahu kepada dunia bahwa diri Anda tidak dapat menyesuaikan dengan problem yang disampaikan melalui lelucon. Kami berdua adalah penulis Australia yang tinggal di Inggris, dan orang-orang Inggris selalu menceritakan lelucon-lelucon Australia tentang kami:
“Apa bedanya antara Australia dan yoghurt? Setidak-tidaknya yoghurt punya kebudayaan!” “Mengapa Aussie (orang-orang Australia, penj.) begitu seimbang?”
“Mereka memiliki chip di kedua bahunya.” Dan
“Bagaimana kamu tahu orang Australia yang kepalanya rata?”
“Mereka ngiler dari kedua sisi mulutnya.”
Dengan semua lelucon ini, kami memilih untuk tidak merasa sakit hati. Bila lelucon itu bagus, kami pun akan tertawa sama kerasnya dengan orang-orang Inggris. Dan kemudian, kami bahkan mungkin saja mengadaptasikannya untuk dijadikan lelucon tentang para Kiwi (orang-orang Selandia Baru, penj.) atau Amerika. Memilih untuk merasa sakit hati adalah sebuah pilihan yang negatif, seperti malu atau terluka. Pilihan ini bisa memperlihatkan kepada orang lain bahwa Anda memiliki harga diri yang rendah, tidak dapat menguasai emosi Anda sendiri atau tidak siap untuk menghadapi sebuah situasi. Anda dapat memilih untuk merasa sakit hati karena seseorang menceritakan lelucon yang mengatakan bahwa siapa saja yang berasal dari negeri Anda bodoh. Itu bukan berarti bahwa mereka memang bodoh dan bahkan bila Anda sepakat bahwa mereka memang bodoh, dengan melecehkan orang yang menceritakan lelucon itu tidak akan membuat orang-orang tadi menjadi lebih pandai. Anda bisa memilih untuk marah karena lalu lintas macet, namun ini tidak akan melancarkan lalu lintas. Bila Anda bersikap tenang, melakukan pendekatan analitis mengapa lalu lintas ini macet maka Anda mungkin bisa mendapatkan solusi yang dapat memecahkan masalah ini. Tak ada gunanya memilih untuk marah. Bila seorang pria ngotot untuk menceritakan lelucon yang tidak layak pada waktu dan tempat yang salah, katakan kepadanya Anda tidak menyukainya dan Anda ingin dia berhenti. Bila dia tetap saja melanjutkannya maka beranjaklah dari tempat Anda dan lakukanlah sesuatu yang lain.
Pada sebuah jamuan makan malam, hal tersebut bisa lebih sulit, khususnya bila kebetulan Anda adalah tuan rumah. Pria yang Anda minta untuk menghentikan lelucon-lelucon yang tidak pantas mungkin bisa merasa dipermalukan di depan umum, yang mana justru dapat mendorongnya untuk menceritakan lelucon-lelucon yang lebih mengerikan lagi. Mungkin lebih baik menggunakan taktik dengan sebuah percakapan tentang leluconnya dengan kalimat ini, “Apakah Anda tahu lelucon yang tidak ngawur?” Hal ini akan membelokkan percakapan di atas meja menjadi sebuah diskusi umum tentang sifat humor. Anda kemudian selalu dapat membuat terpesona tamu-tamu Anda dengan pengetahuan Anda yang luas tentang mengapa pria dan wanita tertawa pada tipe-tipe lelucon yang sangat berbeda!

Kebiasaan Yang Sudah Jadi – Kesalahan Ibunya
Sebagian wanita melihat para pria sebagai bocah-bocah nakal yang tidak pernah dewasa. Mereka mengklaim bahwa para pria melemparkan pakaian mereka ke atas lantai, tidak mau membantu di rumah, tidak bisa menemukan benda-benda, tidak mau menanyakan arah, ingin selalu dilayani dan tidak pernah mau mengakui berbuat salah. Otak wanita diprogram untuk mengasuh dan bersikap keibuan pada yang lain, khususnya putra-putra mereka. Mereka memungut barang-barang yang ditinggalkan begitu saja oleh putra-putra mereka, memasakkan makanan kesukaan mereka, menyetrika pakaian mereka, memberi uang dan melindungi dari hal-hal yang mengancam hidupnya.
Konsekuensinya, banyak anak laki-laki yang beranjak dewasa dengan sedikit keahlian dan kemampuan domestik, dan sedikit pemahaman tentang bagaimana menjalin hubungan dengan wanita.
Putra-putra mereka akan tertarik kepada wanita-wanita yang, sebagaimana ibu-ibu mereka, akan mengasuh dan mengibui mereka. Pada awal sebuah hubungan baru, sebagian besar wanita menanggapi peran untuk mengibui pria baru, namun tatkala mereka menyadari bahwa ini bisa menjadi sebuah peran yang permanen, keadaannya bisa berubah menjadi kecut. Penting agar dipahami olehwanita bahwa bila dia terus menerus mengibui seorang pria, si pria akan melihatn ya sebagai sosok ibu dan menanggapi dengan pemberontakan, marah-marah dan minggat. Dan tak ada pria yang berpendapat bahwa ibunya menarik secara seksual.
Melatih Ulang Seorang Pria
Melatih seseorang untuk melakukan apa yang Anda inginkan adalah sama, baik mereka anak kecil atau orang dewasa. Anda memberi hadiah atas kelakuan yang Anda inginkan dan mengabaikan kelakuan yang tidak Anda inginkan. Contoh, bila seorang pria meninggalkan pakaiannya atau handuk basah di atas lantai danbukannya di keranjang cucian, jelaskan dengan lembut bahwa Anda lebih suka bila barang-barang itu diletakkan di dalam keranjang sehingga dapat dicuci. Bila dia terus berbuat demikian, jangan punguti barang-barang itu. Bila mereka campur tangan atas hak Anda untuk merapikan rumah, jelaskan dengan tenang bahwa Anda akan meletakkan barang-barang itu di sebuah tas plastik di dalam lemari, atau di bawah ranjang atau di dalam bengkel kerjanya.
Dengan cara ini, bila dia memerlukan barang-barang itu setidaktidaknya dia tahu di mana tempatnya berada. Kuncinya adalah memberikan perhatian awal dengan niat Anda dan menghindari bersikap kasar, menghakimi atau menyerang, yang mana biasanya hal ini justru memiliki dampak yang berlawanan pada pria. Tatkala pada akhirnya dia memerlukan pakaian dalam yang bersih, kemeja atau handuk, maka itu akan jadi masalahnya bukan masalah Anda. Demikian pula, bila dia meninggalkan perkakas atau rancangan yang belum rampung di dalam rumah, katakan kepadanya bahwa Anda juga akan meletakkannya di dalam lemari atau laci. Jangan letakkan di bengkelnya atau di tempat mana saja yang nyaman baginya, karena hal tersebut justru makin memperkuat kelakuan yang tidak Anda inginkan. Bila Anda ingin melatih ulang suami Anda, Anda harus menahan dorongan untuk memungut barang yang ditinggalkannya. Manakala dia membereskan barang-barangnya, beri dia hadiah atas kontribusinya dengan senyum dan terima kasih.
Sebagian wanita bisa saja mengerutkan kening terhadap pikiran untuk berterima kasih pada seorang pria untuk melakukan sesuatu yang sama mendasarnya dengan memungut pakaiannya sendiri, amun penting untuk dipahami bahwa kaum pria tidak berkembang sebagai penjaga sarang dan kerapian umum bukanlah sesuatu yang datang secara alami pada diri mereka.
Bila ibu seorang pria tidak melatihnya untuk melakukan hal-hal ini, maka akan terserah Anda untuk melatihnya. Di sisi lain, bila Anda tetap terus saja memunguti barang-barang yang ditinggalkan oleh seorang pria (atau anak lakilaki), Anda harus menerima bahwa Anda telah memilih untuk menggantikan posisi ibunya, dan mungkin saja Anda memang berbahagia atas peran itu.
Tatkala Anda memahami bagaimana cara kerja otak pria, Anda akan mendapati bahwa pria dapat menjadi kegembiraan yang sangat besar untuk dimiliki. Para pria sama saja di mana-mana – mereka boleh memiliki warna kulit yang beda, budaya yang beda atau sistem kepercayaan yang beda, namun otak mereka bekerja dengan cara yang sama tanpa melihat apakah mereka tinggal di Trieste atau di Timbuktu.

Kuncinya adalah untuk selalu mengelola para pria di dalam hidup Anda, daripada bertengkar, menjadi marah, atau merasa frustrasi dengan mereka. Dengan demikian, kedua lawan jenis ini akan dapat hidup berbahagia selamanya. Dan, Anda tak pernah tahu, lain kali kami menanyai para wanita tentang tujuh hal yang dilakukan oleh pria yang membuat mereka kesal, mungkin mereka tidak akan bisa menyebutnya lebih dari tiga. Bisa saja.

Tidak ada komentar

GENERASI GO-BLOG. Diberdayakan oleh Blogger.